Judul : Mengenal asal mula makanan soto
link : Mengenal asal mula makanan soto
Mengenal asal mula makanan soto
Ternyata ini asal muasal makanan soto yang banyak digemari banyak orang
Dalam sebuah karya Nusa Jawa: Silang Budaya, disebutkan bahwa asal mula makanan soto berasala dari sebuah kata Shao Du/Sao Tu dalam bahasa Tiongkok. Dalam dialek Hokkian Shao Du/Sao Tu bermakna jeroan (sapi, red) yang dimasak dengan rempah.
Apapun akar katanya, tetap saja maknanya merujuk pada satu konsep, yaitu jeroan. Dalam beberapa resep kuliner Tionghoa, adalah hal yang lumrah menggunakan jeroan baik usus, hati, paru maupun ampela sebagai bahan utama.
Sao Tu sendiri merupakan masakan yang berkuah kaldu jeroan kemudian dicampur dengan rempah tertentu seperti jahe. Kemudian penyajiannya dilengkapi dengan makanan berbahan dasar tepung seperti bihun, mie atau sohun. Tak lupa taburan bawang putih goreng.
Berdasarkan ciri tersebut, Sao Tu sangat dekat dengan tipikal masakan Tionghoa yang memiliki cita rasa agak manis, berkuah kaldu dan menggunakan bumbu rempah. Selain itu, masakan ini amat populer dengan olahan jeroan sapi. Adapun bumbu yang umum digunakan dalam adalah jahe, kecap, gula, bawang putih, daun bawang dan cuka.
Seiring berjalannya waktu, orang orang Tionghoa mulai menetap di Nusantara. Sehingga, mau tidak mau mereka mulai berbaur dengan budaya lokal setempat dan mewarisi cara memasak juga resep kuliner -yang kemudian diimprovisasi sedemikian rupa agar lebih dekat dengan lidah warga lokal. Namun, unsur-unsur makanan khas Tionghoa ini masih melekat, seperti penggunaan kuah kaldu, taburan bawang putih, dan penggunaan bihun atau sohun.
Sao Tu adalah sebuah contoh pewarisan tradisi ini. Semakin lama, cara masak dan resep Sao Tu dimodifikasi sesuai dengan selera lokal dan bercampur dengan bumbu-bumbu ala Arab dan India. Sao Tu yang telah di modifikasi ini juga dijadikan menu pada rumah makan di sekitar bandar dagang pesisir utara Jawa.
Penyebutan Sao Tu memang tidak mudah bagi warga lokal. Hingga semakin lama, penyebutan makanan berkuah ini mengalami penyesuaian, akhirnya disebut dengan soto. Lambat laun pula, banyak warga lokal yang mengadopsi resep kuliner ini.
Meskipun soto adalah makanan hasil serapan luar, namun Nusantara memiliki beragam soto khas daerahnya sendiri-sendiri, seperti: Madura, Surabaya, Lamongan, Blitar, Betawi, Semarang, dan masih banyak lagi.
Demikianlah Artikel Mengenal asal mula makanan soto
Sekianlah artikel Mengenal asal mula makanan soto kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Mengenal asal mula makanan soto dengan alamat link https://blog.ncsaindonesia.com/2023/07/mengenal-asal-mula-makanan-soto.html
0 Komentar
Terimakasih Atas Komentar/Pertanyaan Secepatnya Kami Akan Menjawab